Showing posts with label Kimia. Show all posts
Showing posts with label Kimia. Show all posts

Mengenal Isi Laboratorium

Posted by Oji Bejo on Thursday, July 4, 2013

Hai sahabatku..(agak lebay dikit^_^)
Kali ini ane pengen ngenalin tentang apa aja yang akan kita gunakan di laboratorium SMA.
hehehe, luamayan kan.. kalo tau duluan sebelum guru kita njelasin.. Jadi lebih percaya diri.
Langsung ae number one..

1) Gelas beker : untuk mengukur volume larutan dengan ketepatan rendah.













2) Buret  : untuk mengeluarkan cairan pada proses titrasi














3) Labu erlenmeyer : - untuk penampung pada proses titrasi
                                    - untuk wadah pada proses pemanasan cairan













 -- Proses titrasi  = proses penetralan suatu cairan asam dan basa.

 



4) Tabung reaksi : sebagai wadah untuk mereaksikan zat - zat kimia











5) Pipet : mengambil suatu cairan dengan volume yang diinginkan
 














6) Spatula : untuk mengaduk atau mengambil zat padat.
 

 
More aboutMengenal Isi Laboratorium

Sistem periodik unsur

Posted by Oji Bejo on Monday, January 2, 2012

Sistem periodik unsur adalah sistem periodik yang dibuat dengan cara menyusun kenaikan nomor atom berdasarkan konfigurasi elektron. Sistem periodik modern dibuat oleh Mondelev dan disempurnakan oleh Moseley.














Sistem periodik unsur seperti gambar diatas  telah disusun sedemikian rupa dengan berbagai perhitungan, diantaranya:   - Golongan
Pada setiap golongan yang sama memiliki elektron valensi yang sama.
   Contoh:
              - Natrium: 2, 8, 1
              - Kalium: 2, 8, 8, 1
        Natrium dan kalium sama sama di golongan 1A

   - Periode
Pada periode yang sama memiliki jumlah kulit yang sama
   Contoh:
              - Oksigen: K, L  (bilangan kuantum n atau jumlah kulit)
              - Fluor: K , L
         Oksigen dan Fluor sama sama pada periode kedua

   - Sifat keperiodikan unsur
Sistem periodik juga disusun menurut sifat kepreiodikan suatu unsur, diantaranya:
  • Jari jari atom
 Jari jari atom adalah jarak antara inti atom ke kulit terluar. Pada sistem periodik semakin ke bawah atau semakin ke kanan maka semakin banyak jumlah kulitnya, maka akan semakin banyak pula jari jarinya.
  • Keelektronegatifan
Keelektronegatifan adalah kemampuan suatu unsur untuk menarik elektron dalam suatu senyawa. Pada sistem periodik semakin ke bawah atau ke kanan maka semakin besar keelektronegatifan suatu unsur.
  • Afinitas elektron
Afinitas elektron adalah energi minimum yang diperlukan atom netral berbentuk gas  untuk mengikat elektron membentuk ion negative
  • Energi ionisasi
Energi ionisasi adalah kebalikan dari afinitas elektron energi yang dibutuhkan atom netral dalam bentuk gas untuk melepaskan elektron dan membentuk ion positif. Dalam sistem periodik semakin ke kanan jari jari atom semakin besar maka daya tarik antara inti atom dengan atom terluar semakin lemah hal ini menyebabkan energi ionisasi yang dibutuhkan menjadi kecil, dan sebaliknya.

Kegunaan sistem periodik
 Diantara kegunaan sistem periodik yaitu untuk memprediksi harga oksidasi  bilangan oksidasi yaitu sebagai berikut:
    - Nomor golongan suatu unsur menyatakan bilangan oksidasi tertinggi yang bisa dicapai unsur tersebut
    - Bilangan oksidasi terendah untuk atom logam adalah 0, sedangkan untuk atom non logam adalah nomor atom dikurangi 8

Blok s, p, d, f
 Hubungan antara konfigurasi elektron dengan sistem periodik dapat kita ketahui dari cara menentukan letak suatu unsur pada sistem periodik menggunakan konfigurasi elektron.
  Kita dapat mengetahui letak suatu unsur pada sistem periodik berdasarkan orbital terakhir dalam konfigurasi elektron yang dikelompokkan menjadi blok blok tertentu, yaitu:
   Blok S : Golongan 1A dan 2A
   Blok P: Golongan 3A sampai 8A
   Blok D: Golongan 3B sampai 2B
   Blok F: Latanida dan aktanida

More aboutSistem periodik unsur

Konfigurasi elektron dan cara penulisannya

Posted by Oji Bejo on Wednesday, December 21, 2011

Konfigurasi elektron yaitu tata letak elektron dalam atom. Penataan elektron dalam atom memiliki beberapa peraturan yaitu:
   - Azas aufbau
Kata aufbau berasal dari bahasa jerman yang berarti "membangun". Azas aufbau menyatakan bahwa penulisan konfigurasi elektron dimulai dari yang lebih rendah kemudian ke yang lebih tinggi. Cara pelnulisannya adalah dengan cara coret miring seperti pada gambar dibawah.


Maka diperoleh urutan sebagai berikut:
1s,2s,2p,3s,3p,4s,3d,4p,5s,4d.
Coba perhatikan 4s dengan 3d, 5s dengan 4d. Orbital pada 4s dan 5s lebih rendah dari 3d dan 4d.







   - Menyingkat penulisan konfigurasi elektron dengan menggunakan gas mulia
Contoh:  C (Z = 6): 1s², 2s², 2p²   disingkat menjadi  → (He) 2s², 2p²

   - Pengisian kulit d
Pada pengisian subkulit d akan cenderung penuh (10 elektron) atau setengah penuh (5 elektron), meskipun hal ini menyalahi azas aufbau namun inilah cara untuk menyetabilkan subkulit d
Contoh: 




Maka untuk menyetabilkan kulit 3d dengan setengah penuh atau penuh ditambah 1 elektron dari 4s menjadi:




    -  Elektron ion
Elektron ion yang bermuatan a akan cenderung melepas elektron sebanyak a+, dan ion yang bermuatan a- akan cenderung menerima elektron sebanyak a.
Contoh:
 karena melepas elektron maka

More aboutKonfigurasi elektron dan cara penulisannya

Bilangan kuantum dan cara menentukannya

Posted by Oji Bejo

Pada teori atom modern kita telah mengetahui bahwa di setiap atom memiliki 4 bilangan kuantum yaitu: bilangan kuantum utama (n), bilangan kuantum azimuth (l), bilangan kuantum magnetik (m), dan bilangan kuantum spin (s). Sekarang kita akan membahas keempat bilangan kuantum tersebut.

   - Bilangan kuantum utama (n)
Bilangan kuantum utama digunakan untuk menentukan tingkat energi atom atau kulit atom. Bilangan kuantum utama memiliki semua bilangan positif dari 1,2,3,4 dan seterusnya, sama seperti pada teori Niels bohr yang menyatakan kulit atom dengan K,L,M,N dan seterusnya.
Contoh:
3s²= Maka bilangan kuantum utamanya adalah 3.
2p³= Maka bilangan kuantum utamanya adalah 2.

   - Bilangan kuantum azimuth (l)
Bilangan kuantum azimuth menyatakan bentuk orbital. Bentuk orbital dinyatakan dengan huruf  s ,p ,d ,f dan seterusnya. yang memiliki nilai:
s = 0
p = 1
d = 2
f = 3

Bilangan kuantum azimuth yang mungkin yaitu mulai dari 0 sampai bilangan kuantum utamanya dikurangi satu. Maka diperoleh rumus :
Contohnya:
Jika n = 3, maka bilangan kuantum azimut yang mungkin dimiliki adalah 0,1 dan 2
Jika n = 2, maka bilangan kuantum yang mungkin dimiliki adalah 0 dan 1
Selain menyatakan bentuk orbital, bilangan kuantum azimuth juga mengatakan subkulit atom


   - Bilangan kuantum magnetik (m)
Bilangan kuantum magnetik menyatakan orientasi orbital dalam ruang. Bilangan kuantum magnetik mempunyai nilai dari +l   sampai   -termasuk 0
Contoh: l = 2, maka bilangan kuantum magnetiknya: -2,-1,0,+1,+2
             l = 1, maka bilangan kuantum magnetiknya : -1,0,+1
Bilangan kuantum magnetik juga bisa dinyatakan dalam bentuk diagram orbital.
Contoh: l = 1, m = -1 , 0 , +1, maka diagram orbitalnya adalah:
 |     |      |    |
 -1    0    +1

   - Bilangan kuantum spin
Bilangan kuantum spin digunakan untuk menentukan arah putaran. Sedangkan arah putaran yang mungkin yaitu:
1- Mengarah keatas, dengan nilai + ½
2- Mengarah kebawah dengan nilai - ½

      Sedangkan untuk menentukan berapa elektron yang mungkin dapat menempati suatu orbital telah ditentukan oleh Wolfgang pauli yang dikenal dengan azas larangan pauli, yang berbunyi: "Dalam satu atom tidak boleh ada dua elektron yang memiliki bilangan kuantum (n,l,m,s) yang sama.
Kesimpulan dari azas larangan pauli yaitu bahwa dalam suatu orbital hanya bisa memiliki 2 elektron yang memiliki arah putaran yang berbeda.
Berarti untuk bilangan kuantum azimuth:
- s (memiliki 1 orbital) hanya bisa ditempati 2 elektron
- p (memiliki 3 orbital) hanya bisa ditempati 6 elektron
- d (memiliki 5 orbital ) hanya bisa ditempati 10 elektron


Cara mengisi diagram orbital
  Untuk mengisi diagram orbital, kita harus menggunakan kaidah hund. Menurut kaidah hund cara mengisi diagram orbital mula mula semua diisi sendiri sendiri secara pararel dengan spin mengarah keatas ↑ (memiliki nilai +½), setelah semua terisi baru kemudian diisi secara berpasangan dengan spin mengarah kebawah ↓ (memiliki nilai -½). Hal ini digunakan untuk memperkecil tolak menolak antara elektron tersebut.

Contoh: 3p5 maka diagram orbitalnya adalah:
Pertama diisi secara sendiri sendiri
 ↑   ↑    ↑ 
 kemudian baru berpasangan, jadi:
 ↑↓   ↑↓    ↑  
More aboutBilangan kuantum dan cara menentukannya

Struktur atom (part 2)

Posted by Oji Bejo on Monday, December 19, 2011

Setelah kita tahu teori Max planck dan teori Neils bohr, kali ini kita akan menjelaskan tentang teori menurut Louis de broglie dan azas ketidakpastian Erwin schrodinger
  1. Menurut Louis de Broglie

Louis de Broglie adalah seorang ahli fisika dari Prancis, ia sangat berperan dalam penemuan atom modern melalui pendapatnya tentang electron. Menurut Louis de Broglie “ Jika cahaya memiliki sifat partikel, maka partikel juga memiliki sifat gelombang”. Gagasan ini memperbaiki kelemahan teori Bor yang tidak dapat menjelaskan mengapa electron hanya dapat beredar pada lintasan tertentu dengan energy tertentu pula. Gagasan de broglie ini terbukti kebenarannya ketika ditemukan bahwa elektron menunjukkan sifat difraksi seperti pada sinar X.


   

         2.  Azas ketidakpastian Werner heisenberg


Werner heisenberg adalah seorang ahli fisika dari Jerman. Dia menyimpulkan suatu keterbatasan dalam menentukan dalam menentukan posisi  dan momentum elektron dalam atom, yang dikenal dengan azas ketidakpastian. Maksud dari azas ketidakpastian yaitu, apabila suatu percobaan di tujukan untuk menentukan posisi elektron dalam atom maka ketidakpastian momentumnya (kecepatan) semakin besar, dan sebaliknya.

  



          3.  Mekanika atom kuantum (atom modern)


Erwin schrodinger menemnukan teori atom modern ini dengan menggunakan dualisme sifat elektron (yaitu sebagai gelombang dan sebagai partikel) dan azas ketidakpastian. Erwin schrodinger berhasil mendeskripsikan suatu persamaan yang dinamakan  dengan persamaan schrodinger. Menurut Schrodinger kita tidak bisa menentukan posisi elektron secara pasti, kita hanya bisa menentukan daerah yang memiliki daerah yang mempunyai peluang terbesar untuk menemukan elektron. Peluang terbesar untuk menemukan elektron disebut densitas elektron atau disebut juga dengan orbital.
More aboutStruktur atom (part 2)

Struktur atom (part 1)

Posted by Oji Bejo on Friday, November 4, 2011

Di kelas X kita telah mengenal tentang teori atom menurut para ahli, seperti atom Dalton, atom Thomson, atom Rutherford, dan atom menurut Niels bohr. Kali ini kita akan membahas lebih rinci tentang teori atom menurut Niels bohr, Max planck dan Teori atom modern.

Namun sebelum kita membahas tentang teori atom kita harus mengetahui apa itu spektrum atom terlebih dahulu, karena spektrum atom mempunyai hubungan yang erat dengan atom.

Spektrum atom adalah radiasi yang dihasilkan oleh atom yang tereksitasi. Spektrum atom dibagi menjadi dua, yaitu: 

     - Spektrum kontinu : radiasi yang dihasilkan oleh atom yang tereksitasi yang terdiri dari berbagai warna yang bersinambungan, yaitu ungu, biru, hijau, kuning, jingga, merah.

 Semakin besar panjang gelombang maka semakin kecil energinya, maka artinya sinar ungu mempunyai foton dengan energi terbesar, sedangkan sinar merah mempunyai foton dengan energi terkecil.



   - Spektrum diskontinu atau spektrum garis : radiasi yang dihasilkan oleh atom yang tereksitasi yang hanya terdiri dari beberapa warna garis yang terputus putus.


Gambar di samping adalah contoh dari radiasi gas hydrogen yang hanya memiliki beberapa garis warna yang terputus putus, yaitu ungu, biru, merah.

Setelah mengetahui apa itu spektrum atom, sekarang kita mulai membahas tentang teori atom.

                  - Teori mekanika kuantum (Max planck)
Pada tahun 1900 Max planck menumbangkan teori para ahli fisika yang mengatakan bahwa radiasi elektromagnetik bersifat kontinu. Max planck mengajukan pertanyaan bahwa radiasi elektromagnetik bersifat diskret, yaitu suatu benda hanya dapat menyerap atau memancarkan radiasi elektromagnetik dalam bentuk paket paket kecil. Paket kecil itu dinamakan kuantum.
Teori Max planck menunjukkan bahwa elektron hanya dapat berada pada tingkat terntentu. Energi pada setiap kuantum atau paket paket kecil tergantung pada frekuensi radiasi yang dipancarkan atau diserap. Maka diperolehlah rumus:

E = h x f

E : Energi kuantum
h : Tetapan planck 
f : frekuensi radiasi 

Teori Max planck diperkuat oleh teori efek fotolistrik yang dikemukakan oleh Albert einstein pada tahun 1905. efek fotolistrik adalah keadaan dimana cahaya mampu mengeluarkan elektron dari permukaan logam (yang paling jelas adlaah pada logam alkali), oleh Einstein untuk satuan cahaya, satu kuantum radiasinya diberi nama foton.

                 - Teori Niels bohr

Pada tahun 1913 Niels bohr dapat menjelaskan mengapa spektrum atom berupa spektrum garis (diskontinu) dengan menggunakan teori Max planck.
Model menurut Bohr adalah sebagai berikut:
     - Atom inti bermuatan positif sedangkan disekelilingnya terdapat elektron yang bermuatan negative.
    - Spektrum atom menunjukkan bahwa elektron dalam atom hanya dapat beredar pada lintasan tertentu dengan tingkat energi tertentu pula. Pada lintasan itu elektron bersifat tetap (stasioner) tanpa pemancaran atau penyerapan energi.
Lintasan tersebut berupa lingkaran dengan jari jari tertentu yang disebut dengan kulit atom.
    - Pada keadaan normal elektron menempati kulit terendah, yaitu dimulai dari kulit K, L, M, dan seterusnya...
Keadaan di mana elektron menempati kulit terendah disebut tingkat dasar (ground state)
    - Elektron hanya dapat berpindah dari satu lintasan ke lintasan yang lain dengan adanya penyerapan atau pemancaran energi. Keadaan dimana elektron berpindah dari tingkat yang rendah ke tingkat yang lebih tinggi disebut keadaan tereksitasi (excitade state). Namun keadaan tereksitasi merupakan keadaan yang tidak stabil dan hanya berlangsung sebentar. Elektron akan kembali pada tingkat energi yang lebih rendah disertai dengan pelepasan energi berupa gelombang elektromagnet. Energi yang menyertai perpindahan elektron bisa dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:









Oleh karena perpindahan elektron ini berlangsung antara kulit yang sudah tertentu tingkat energinya, maka atom hanya akan memancarkan radiasi dengan tingkat energi tertentu pula. Dengan demikian telah dijelaskan mengapa spektrum atom berupa spektrum garis.
More aboutStruktur atom (part 1)