Thursday, February 7, 2013 - 0 comments

Tidak bisa diakarkan?


Ada yang tau akar dari 3? 5? 7? atau bilangan - bilangan lain yang tidak bisa diakarkan?. Tentunya tau dong.... Ambil kalkulator, trus dipencet - pencet. ketemu deh... hahahaha...

Mimin tau cara kalkultornya ngitung nieh,,,. Simak ea..


Berpakah akar dari 3?

Coba pehatikan gambar di bawah : (inget kalo V = akar)













V3 = 1 + (2/3) =  5/3 .

Mboten percoyo. monggo dicek di kalkulator.

Caranya :
- Cari angka yang bisa diakarkan sebelum angka yang akan dicari akarnya (umpamakan dengan P).
- Cari angka yang bisa diakarkan sesudah angka yang akan dicari akarnya (umpamakan dengan Q).
- Tambahkan akar dari angka pertama yang bisa diakarkan dengan hasil bagi dari A (selisih dari angka yang akan diakarkan dengan angka sebelumnya yang bisa diakarkan) dan B( selisih dari angka sesudahnya yang bisa diakarkan dengan angka sebelumnya yang bisa diakarkan).
»»  Baca selengkapnya...
Saturday, August 11, 2012 - , 0 comments

Cara Menghafal Cos dan Sin

Just share aja,,, Saya dapet trik ini dari guru les saya yang intinya matematika itu bukan dihafal, tapi diingat dan dibiasakan dengan soal.

Langsung aja,
1. Cara mengingat sudut istimewa sin dan cos.
Lihat gambar di bawah













Untuk mengingat sin kita mulai dari jari keligking, sedangkan untuk cos kita mulai dari ibu jari. Mudah bukan???

Lalu bagaimana dengan yang dikuadran 2,3 dan 4 seperti sin 120?
Coba kita perhatikan lagi gambar di bawah ini..





Kalian ingat bukan??
Ya, betul. Dikuadran satu (0 - 90) semua positif, sedangkan di kuadran dua (diatas 90 sampai 180) hanya SIN yang positif, dikuadran tiga (diatas 180 sampai 270)  hanya TAN , dan kikuadran empat (diatas 270 sampai 360)  hanya COS yang positif.

Caranya:
- TENTUKAN HASILNYA, APAKAH POSITIVE ATAU NEGATIVE (Ingat tentang kuadran!)
- TAMBAHKAN ANGKA PERTAMA DENGAN ANGKA KEDUA.
- JIKA ANGKA PERTAMA GANJIL MAKA HASILNYA MENGGUNAKAN
 KEBALIKANNYA ( SIN KEBALIKAN DARI COS).
- JIKA ANGKA PERTAMA GENAP MAKA HASILNYA TETAP.

Contoh:
   - Sin 120 ?
jawab:
1) Sin 120 di kuadran 2, maka hasilnya positif.
2) 1 + 2 = 3
3) Angka pertama ganjil, maka hasilnya menggunakan kebalikannya yaitu COS.

Maka hasilnya =  - Cos 30 = - 1/2 V3 ( V = akar). Mudah bukan ???
»»  Baca selengkapnya...
Thursday, July 26, 2012 - , , 0 comments

Sistem sugesti (pencernaan) pada manusia - part 1

Kita memasukkan makanan ke dalam tubuh dengan cara ditelan, cara ini disebut dengan digesti. Oleh karena itu system pencernaan pada manusia disebut juga dengan system digesti. Manusia mencerna makanan dengan dua cara, yaitu:
- Secara mekanik (dengan gerakan), cara terdapat pada mulut (gigi dan lidah), kerongkongan, lambung dan usus.
- Secara kimiawi (dengan bantuan cairan kimia), cara ini terdapat pada mulut (kelenjar saliva), lambung (HCl, pepsin, lipase, renin) dan pada usus. Sistem pencernaan pada manusia terdiri dari saluran pencernaan (mulut, faring, esophagus, lambung, dan usus) dan kelenjar pencernaan.

Organ manusia yang berperan dalam system pencernaan adalah sebagai berikut:
- Mulut
Mulut adalah tempat pencernaan makanan pada manusia. Didalam mulut makanan dicerna secara mekanik oleh lidah dan gigi dan secara kimiawi oleh kelenjar saliva.
A) Gigi, pada manusia gigi dibagi menjadi:
      1) Gigi susu, yaitu gigi yang pertama kali tumbuh yang terdiri dari 20 gigi dengan rincian sebagai berikut:









      2) Gigi dewasa, yaitu gigi yang tumbuh setelah gigi susu patah. Terdiri dari 32 gigi dengan rincian sebagai berikut:









- I = Insisivus / gigi seri, berfungsi memotong  makanan.
-C = Coninus / gigi taring, berfungsi mencebik cabik makanan.
-P = Premolar / gigi geraham depan, berfungsi mengunyah makanan.
-M = Molar  / gigi geraham belakang, berfungsi untuk mengunyah makanan.

B) Lidah, berfungsi untuk membolak balikkan makanan dan mencegah makanan kembali ke mulut
C) Kelenjar saliva Saliva adalah cairan yang keluar dari kelenjar saliva. Saliva berfungsi untuk menjaga suhu mulut, membantu proses penelanan, dan untuk mencerna makanan secara kimiawi karena didalamnya terdapat enzin ptyalin (enzim yang memecah gugus glukosa).
Pada mulut terdapat 3 kelenjar yang mehasilkan saliva, yaitu:
- Glandula parotis; terletak di bawah telinga.
- Glandula sublingualis; terletak di bawah lidah bagian dalam.
- Glandula submaksilaris; terletak di bawah lidah.












- Faring
 Faring merupakan saluran pendek yang menjadi pertemuan antara udara dan makanan.

- Kerongkongan (esophagus)
 Kerongkongan berbentuk seperti tabung dan memliki dinding yang tebal. Lapisan dindingnya terdiri dari otot memanjang dan otot melingkar, oleh karenanya pada kerongkongan terjadi gerak persitaltik(gerak bergelombang yang disebabkan oleh kontraksi san relaksasi otot yang berurutan) yang berfungsi untuk meremas makanan.

- Lambung (ventrikulus)













Lambung merupakan saluran pencernaan yang didalamnya terdapat banyak kelenjar yang menghasilkan secret ( senyawa hasil sekresi kelenjar). Lambung terdiri dari 3 bagian, yaitu:
- Kardiak ; bagian atas. Pada kardiak terdapat sfinkter kardiak yang akan membuka jika makanan akan masuk ke lambung
- Fundus; bagian tengah
- Pylorus; bagian bawah. Pada pylorus terdapat sfinkter yang akan membuka jika ada rangsangan dari HCl pada lambung.
Dalam lambung terdapat kelenjar yang menyekresikan tiga zat yang membantu mencerna makanan secara kimiawi, yaitu:
- Lendir lambung
- Hormon gastrin, merupakan hormon yang merangsang lambung menyekresikan getah lambung.
- Getah lambung, di dalam getah lambung terdapat berbagai zat, sebagai berikut:
   a) HCl, berfungsi untuk membunuh kuman, merangsang sfinkter pylorus, dan mengaktifka pesinogen menjadi pepsin.
   b) Pepsin, yaitu enzim yang memecah protein menjadi pepton.
   c) Lipase, yaitu enzim yang memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
   d) Renin, yaitu enzim yang menggumpalkan protein susu (kasein)

- Hati dan pankreas














Hati dan pankreas merupakan pertumbuhan dari usus bagian depan yang berkelenjar. Keduannya menghasilkan enzim yang membantu proses pencernaan.
Hati merupakan kelenjar terbesar yang terdapat pada tubuh manusia, fungsi hati dalam sistem digesti yaitu
- Menghasilkan empedu, yang berfungsi untuk menetralkan kimus yang bersifat asam.
- Detoksifikasi, yaitu menetralkan racun obat dan minuman alkohol
Sedangkan fungsi pankreas yaitu mengeluarkan getah pankreas yang mengandung berbagai zat sebagai berikut:

- Natrium bikarbonat, yaitu zat yang bersifat basa dan berfungsi untuk membantu menetralkan kimus.
- Nuklease, yaitu zat yang berfungsi menghidrolisis asam lemak dan nukleotida.
- Lipase pankreas, yaitu zat yang berfungsi untuk menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
- Amilase pankreas, yaitu zat yang berfungsi memecah gula menjadi campuran glukosa dan maltosa.
- Protease, yaitu enzim yang memecah protein menjadi pepton.
»»  Baca selengkapnya...
Monday, January 2, 2012 - , 0 comments

Sistem periodik unsur

Sistem periodik unsur adalah sistem periodik yang dibuat dengan cara menyusun kenaikan nomor atom berdasarkan konfigurasi elektron. Sistem periodik modern dibuat oleh Mondelev dan disempurnakan oleh Moseley.














Sistem periodik unsur seperti gambar diatas  telah disusun sedemikian rupa dengan berbagai perhitungan, diantaranya:   - Golongan
Pada setiap golongan yang sama memiliki elektron valensi yang sama.
   Contoh:
              - Natrium: 2, 8, 1
              - Kalium: 2, 8, 8, 1
        Natrium dan kalium sama sama di golongan 1A

   - Periode
Pada periode yang sama memiliki jumlah kulit yang sama
   Contoh:
              - Oksigen: K, L  (bilangan kuantum n atau jumlah kulit)
              - Fluor: K , L
         Oksigen dan Fluor sama sama pada periode kedua

   - Sifat keperiodikan unsur
Sistem periodik juga disusun menurut sifat kepreiodikan suatu unsur, diantaranya:
  • Jari jari atom
 Jari jari atom adalah jarak antara inti atom ke kulit terluar. Pada sistem periodik semakin ke bawah atau semakin ke kanan maka semakin banyak jumlah kulitnya, maka akan semakin banyak pula jari jarinya.
  • Keelektronegatifan
Keelektronegatifan adalah kemampuan suatu unsur untuk menarik elektron dalam suatu senyawa. Pada sistem periodik semakin ke bawah atau ke kanan maka semakin besar keelektronegatifan suatu unsur.
  • Afinitas elektron
Afinitas elektron adalah energi minimum yang diperlukan atom netral berbentuk gas  untuk mengikat elektron membentuk ion negative
  • Energi ionisasi
Energi ionisasi adalah kebalikan dari afinitas elektron energi yang dibutuhkan atom netral dalam bentuk gas untuk melepaskan elektron dan membentuk ion positif. Dalam sistem periodik semakin ke kanan jari jari atom semakin besar maka daya tarik antara inti atom dengan atom terluar semakin lemah hal ini menyebabkan energi ionisasi yang dibutuhkan menjadi kecil, dan sebaliknya.

Kegunaan sistem periodik
 Diantara kegunaan sistem periodik yaitu untuk memprediksi harga oksidasi  bilangan oksidasi yaitu sebagai berikut:
    - Nomor golongan suatu unsur menyatakan bilangan oksidasi tertinggi yang bisa dicapai unsur tersebut
    - Bilangan oksidasi terendah untuk atom logam adalah 0, sedangkan untuk atom non logam adalah nomor atom dikurangi 8

Blok s, p, d, f
 Hubungan antara konfigurasi elektron dengan sistem periodik dapat kita ketahui dari cara menentukan letak suatu unsur pada sistem periodik menggunakan konfigurasi elektron.
  Kita dapat mengetahui letak suatu unsur pada sistem periodik berdasarkan orbital terakhir dalam konfigurasi elektron yang dikelompokkan menjadi blok blok tertentu, yaitu:
   Blok S : Golongan 1A dan 2A
   Blok P: Golongan 3A sampai 8A
   Blok D: Golongan 3B sampai 2B
   Blok F: Latanida dan aktanida

»»  Baca selengkapnya...
Wednesday, December 21, 2011 - , , , , , , 0 comments

Konfigurasi elektron dan cara penulisannya

Konfigurasi elektron yaitu tata letak elektron dalam atom. Penataan elektron dalam atom memiliki beberapa peraturan yaitu:
   - Azas aufbau
Kata aufbau berasal dari bahasa jerman yang berarti "membangun". Azas aufbau menyatakan bahwa penulisan konfigurasi elektron dimulai dari yang lebih rendah kemudian ke yang lebih tinggi. Cara pelnulisannya adalah dengan cara coret miring seperti pada gambar dibawah.


Maka diperoleh urutan sebagai berikut:
1s,2s,2p,3s,3p,4s,3d,4p,5s,4d.
Coba perhatikan 4s dengan 3d, 5s dengan 4d. Orbital pada 4s dan 5s lebih rendah dari 3d dan 4d.







   - Menyingkat penulisan konfigurasi elektron dengan menggunakan gas mulia
Contoh:  C (Z = 6): 1s², 2s², 2p²   disingkat menjadi  → (He) 2s², 2p²

   - Pengisian kulit d
Pada pengisian subkulit d akan cenderung penuh (10 elektron) atau setengah penuh (5 elektron), meskipun hal ini menyalahi azas aufbau namun inilah cara untuk menyetabilkan subkulit d
Contoh: 




Maka untuk menyetabilkan kulit 3d dengan setengah penuh atau penuh ditambah 1 elektron dari 4s menjadi:




    -  Elektron ion
Elektron ion yang bermuatan a akan cenderung melepas elektron sebanyak a+, dan ion yang bermuatan a- akan cenderung menerima elektron sebanyak a.
Contoh:
 karena melepas elektron maka

»»  Baca selengkapnya...

Bilangan kuantum dan cara menentukannya

Pada teori atom modern kita telah mengetahui bahwa di setiap atom memiliki 4 bilangan kuantum yaitu: bilangan kuantum utama (n), bilangan kuantum azimuth (l), bilangan kuantum magnetik (m), dan bilangan kuantum spin (s). Sekarang kita akan membahas keempat bilangan kuantum tersebut.

   - Bilangan kuantum utama (n)
Bilangan kuantum utama digunakan untuk menentukan tingkat energi atom atau kulit atom. Bilangan kuantum utama memiliki semua bilangan positif dari 1,2,3,4 dan seterusnya, sama seperti pada teori Niels bohr yang menyatakan kulit atom dengan K,L,M,N dan seterusnya.
Contoh:
3s²= Maka bilangan kuantum utamanya adalah 3.
2p³= Maka bilangan kuantum utamanya adalah 2.

   - Bilangan kuantum azimuth (l)
Bilangan kuantum azimuth menyatakan bentuk orbital. Bentuk orbital dinyatakan dengan huruf  s ,p ,d ,f dan seterusnya. yang memiliki nilai:
s = 0
p = 1
d = 2
f = 3

Bilangan kuantum azimuth yang mungkin yaitu mulai dari 0 sampai bilangan kuantum utamanya dikurangi satu. Maka diperoleh rumus :
Contohnya:
Jika n = 3, maka bilangan kuantum azimut yang mungkin dimiliki adalah 0,1 dan 2
Jika n = 2, maka bilangan kuantum yang mungkin dimiliki adalah 0 dan 1
Selain menyatakan bentuk orbital, bilangan kuantum azimuth juga mengatakan subkulit atom


   - Bilangan kuantum magnetik (m)
Bilangan kuantum magnetik menyatakan orientasi orbital dalam ruang. Bilangan kuantum magnetik mempunyai nilai dari +l   sampai   -termasuk 0
Contoh: l = 2, maka bilangan kuantum magnetiknya: -2,-1,0,+1,+2
             l = 1, maka bilangan kuantum magnetiknya : -1,0,+1
Bilangan kuantum magnetik juga bisa dinyatakan dalam bentuk diagram orbital.
Contoh: l = 1, m = -1 , 0 , +1, maka diagram orbitalnya adalah:
 |     |      |    |
 -1    0    +1

   - Bilangan kuantum spin
Bilangan kuantum spin digunakan untuk menentukan arah putaran. Sedangkan arah putaran yang mungkin yaitu:
1- Mengarah keatas, dengan nilai + ½
2- Mengarah kebawah dengan nilai - ½

      Sedangkan untuk menentukan berapa elektron yang mungkin dapat menempati suatu orbital telah ditentukan oleh Wolfgang pauli yang dikenal dengan azas larangan pauli, yang berbunyi: "Dalam satu atom tidak boleh ada dua elektron yang memiliki bilangan kuantum (n,l,m,s) yang sama.
Kesimpulan dari azas larangan pauli yaitu bahwa dalam suatu orbital hanya bisa memiliki 2 elektron yang memiliki arah putaran yang berbeda.
Berarti untuk bilangan kuantum azimuth:
- s (memiliki 1 orbital) hanya bisa ditempati 2 elektron
- p (memiliki 3 orbital) hanya bisa ditempati 6 elektron
- d (memiliki 5 orbital ) hanya bisa ditempati 10 elektron


Cara mengisi diagram orbital
  Untuk mengisi diagram orbital, kita harus menggunakan kaidah hund. Menurut kaidah hund cara mengisi diagram orbital mula mula semua diisi sendiri sendiri secara pararel dengan spin mengarah keatas ↑ (memiliki nilai +½), setelah semua terisi baru kemudian diisi secara berpasangan dengan spin mengarah kebawah ↓ (memiliki nilai -½). Hal ini digunakan untuk memperkecil tolak menolak antara elektron tersebut.

Contoh: 3p5 maka diagram orbitalnya adalah:
Pertama diisi secara sendiri sendiri
 ↑   ↑    ↑ 
 kemudian baru berpasangan, jadi:
 ↑↓   ↑↓    ↑  
»»  Baca selengkapnya...
Monday, December 19, 2011 - , , , , , , , 0 comments

Struktur atom (part 2)

Setelah kita tahu teori Max planck dan teori Neils bohr, kali ini kita akan menjelaskan tentang teori menurut Louis de broglie dan azas ketidakpastian Erwin schrodinger
  1. Menurut Louis de Broglie

Louis de Broglie adalah seorang ahli fisika dari Prancis, ia sangat berperan dalam penemuan atom modern melalui pendapatnya tentang electron. Menurut Louis de Broglie “ Jika cahaya memiliki sifat partikel, maka partikel juga memiliki sifat gelombang”. Gagasan ini memperbaiki kelemahan teori Bor yang tidak dapat menjelaskan mengapa electron hanya dapat beredar pada lintasan tertentu dengan energy tertentu pula. Gagasan de broglie ini terbukti kebenarannya ketika ditemukan bahwa elektron menunjukkan sifat difraksi seperti pada sinar X.


   

         2.  Azas ketidakpastian Werner heisenberg


Werner heisenberg adalah seorang ahli fisika dari Jerman. Dia menyimpulkan suatu keterbatasan dalam menentukan dalam menentukan posisi  dan momentum elektron dalam atom, yang dikenal dengan azas ketidakpastian. Maksud dari azas ketidakpastian yaitu, apabila suatu percobaan di tujukan untuk menentukan posisi elektron dalam atom maka ketidakpastian momentumnya (kecepatan) semakin besar, dan sebaliknya.

  



          3.  Mekanika atom kuantum (atom modern)


Erwin schrodinger menemnukan teori atom modern ini dengan menggunakan dualisme sifat elektron (yaitu sebagai gelombang dan sebagai partikel) dan azas ketidakpastian. Erwin schrodinger berhasil mendeskripsikan suatu persamaan yang dinamakan  dengan persamaan schrodinger. Menurut Schrodinger kita tidak bisa menentukan posisi elektron secara pasti, kita hanya bisa menentukan daerah yang memiliki daerah yang mempunyai peluang terbesar untuk menemukan elektron. Peluang terbesar untuk menemukan elektron disebut densitas elektron atau disebut juga dengan orbital.
»»  Baca selengkapnya...